Kentut
Kentut itu kebutuhan dan hak dasar setiap orang. Bahkan menyehatkan. Jika berhari-hari tak kentut, bakalan berabe. Betapa tidak enaknya hidup, terutama bagi perut jika tak kentut. Dan saat ini, Kulub seperti melihat orang-orang tengah berlomba-lomba kentut. Saling mengentuti. Bahkan tak sedikit menegaskan kentutnya lah yang paling sakti. Paling garang. Paling terang. Paling benar. Paling menyehatkan. Lantaran tak sedikit yang mengatasnamakan agama, negara, dan rakyat. Lantaran tak sedikit yang mengusung kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Padahal ini perkara kekuasaan dan kepentingan lima tahun ke depan. Prinsip lempar batu sembunyi tangan untuk urusan kentut, kini tak laku. Masing-masing pendukung tak ragu menyuarakan dan menggemakan kentutnya. "Ini untuk perubahan negeri agar lebih sehat", "ini untuk membela agama yang kita yakini", "ini untuk kesejahteraan rakyat bersama, makanya jangan salah pilih", "pihak sana, pro asing dan aseng",...